Optimalkan Pertumbuhan Bisnis dengan Native Ads

Admin

Native advertising menggunakan iklan berbayar yang memiliki tampilan menarik sekaligus efektif untuk
mobile ad seperti halnya di website. Ketika Anda melihat native ads di media sosial atau website
biasanya itu berupa konten yang direkomendasikan sesuai dengan kesukaan Anda.


Bedanya dengan iklan banner dan display adalah, native ads tidak terlihat seperti iklan sama sekali. Itu
bisa berupa sesuatu yang di-share teman melalui media sosial atau bagian dari editorial yang muncul
begitu saja di sebuah website. Sangat smooth.


Jadi, yang paling penting yaitu native ads tidak terasa mengganggu sama sekali, dan ditampilkan ke
audiens dengan cara yang halus, seperti tersirat.


Native Ads Terbukti Efektif untuk Marketing di New Normal


Ada banyak keuntungan dari native ads untuk bisnis Anda. Ini juga mengapa para marketer di seluruh
dunia menggunakannya untuk campaign mereka. Jadilah native ads sebagai salah satu metode
advertising paling populer di tahun 2020.


Native ads juga sebenarnya menjadi inti dari semua strategi iklan dan marketing. Metode ini bisa Anda
terapkan dengan mudah untuk setiap strategi marketing Anda, dan hasilnya juga akan efektif.


Statisik Native Ads di Tahun 2020


Menurut Statista, biaya yang dibutuhkan untuk native advertising di tahun 2020 adalah sekitar $52,7
miliar (yang mana angka tersebut berarti sebesar 64,8% dari semua biaya iklan display digital di Amerika
Serikat, demikian menurut Emarketer).


Sementara, data dari Native Advertising Institute menunjukkan bahwa pendapatan dari native
advertising diperkirakan meningkat sebesar 46% pada tahun 2021.


Lalu, bagaimana cara mengoptimalkan native ads?


Ikuti diskusi topik ini selengkapnya dalam PGS Indonesia 2020 pada:


Tanggal: 30 September 2020 - 1 Oktober 2020
Jam: 13.00 - 17.00 WIB
Platform: Zoom
Registrasi akses Anda di sini